DKM Masjid Raya Al Jabbar Bandung menggelar ceramah bada Dzuhur, Ahad (16/11/2025), dengan menghadirkan penceramah Rektor IAIS Sukabumi, Prof. Dr. KH. Zainal Abidin, M.Ag. Dihadiri jamaah dari berbagai daerah, topik pembahasan dalam ceramah ini adalah “Keterikatan Antara Pelajar dengan Niat di Dalam Hatinya”.
Prof. Zainal mengatakan, jika ingin menjadi pelajar yang baik, maka harus menyiapkan niat yang ikhlas, tulus, dan kuat.
“Bapak dan Ibu datang ke sini diniatkan karena apa? Segala sesuatu yang terjadi di sini hadir karena niat yang ada di dalam hati Bapak dan Ibu sekalian,” katanya.
Lebih lanjut ia mengatakan, sebagai seorang pelajar harus siap menyucikan diri.
“Imam Syafi’i berkata, ilmu itu diibaratkan dengan cahaya yang luar biasa. Dan cahaya Allah tidak mungkin diberikan kepada orang yang banyak dosa. Seorang pelajar harus siap belajar di manapun ia berada,” tambahnya.
Pelajar yang baik, tentu akan mencari guru yang baik, karena tidak mungkin seorang pelajar mendapatkan ilmu jika gurunya tidak memiliki karakter yang baik. Ia mengatakan, guru tidak hanya hadir dalam bentuk makhluk hidup, melainkan terbagi ke dalam beberapa jenis.
“Yang pertama, guru pengetahuan. Guru pengetahuan itu hanya memberikan rasa tahu dalam diri kita, tanpa memberikan makna. Contohnya saat kita melihat tukang tahu bulat, dengan melihat cara mereka dalam menyajikan tahu bulat, kita jadi tahu bahwa seperti itulah cara menggoreng tahu bulat,” ujarnya.
“Kedua, guru ilmu pengetahuan. Kalau ini, guru yang mengajarkan sesuatu dengan asal-usulnya, dan kita jadi tahu tahapan-tahapan suatu disiplin ilmu,” tambahnya.
Ketiga, guru pengalaman, yang mengajarkan pengalaman berharga tanpa memandang latar belakang usia, hingga Pendidikan. Dan terakhir, guru ketaladanan yang makin rumit di zaman sekarang, karena makin mahalnya nilai kejujuran di kalangan orang-orang terpelajar.
“Yang sangat dibutuhkan saat ini adalah guru spiritual dan guru intelektual, karena hasilnya sangat mahal dan berdampak besar untuk kemajuan zaman. Guru inilah yang mencetak karakter bangsa dan menjadi guru termahal sepanjang hayat,” ungkap Prof. Zainal. (Cantika/KPI UIN Bandung)