8 Golongan Orang Tidak Diberi Hidayah Allah SWT

Pengertian Hidayah dan Jenis-jenisnyaSemua orang membutuhkan hidayah atau petunjuk dari Allah SWT agar hidupnya bahagia dunia akhirat. Al-Qur’an adalah petunjuk bagi semua manusia, khususnya bagi orang-orang bertakwa.

Hidayah merupakan hak prerogratif Allah SWT. “Sesungguhnya engkau (Muhammad) tidak akan dapat memberi hidayah (petunjuk) kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi hidayah kepada orang yang Dia kehendaki, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk”. (QS Al-Qashash:56)

Berdasarkan keterangan para ulama, hidayah adalah bimbingan Allah kepada hamba-Nya untuk melakukan kebaikan. Ibnu Katsir menjelaskan bahwa hidayah itu turun kepada hati hamba-Nya.

Dalam Al-Qur’an disebutkan beberapa kali la yahdi  –Allah SWT tidak akan memberi hidayah. Kepada siapa? Ada delapan golongan manusia yang tidak akan diberikan hidayah. oleh Allah SWT.

1. Orang-orang zhalim

Allah SWT tidak akan memberi hidayah kepada orang-orang yang berbuat aniaya atau zhalim. Hal ini ditegaskan dalam QS Al-Baqarah:257, Ali Imran”86, Al-Maidah:51. Al-An’am:144, At-Taubah:19, At-Taubah:109, dan lainnya.

Allah tidak akan memberikan hidayah kepada orang-orang yang zalim. Zhalim bukan hanya kepada orang lain. Dalam QS Ali Imran:135 dijelaskan “apabila orang-orang beriman berbuat keji atau berbuat zhalim kepada diri mereka sendiri, maka mereka akan langsung ingat kepada Allah dan mereka beristighfar”.

Jadi, zhalim itu dibagi dua. Zhalim kepada diri kita sendiri dengan melakukan perbuatan tidak baik dan zhalim kepada orang lain. Zhalim kepada orang lain dirasakan kezhalimannya, dirasakan ketidakenakannya, dirasakan ketidakbaikannya oleh orang lain yang kita zhalimi.

2. Orang-orang fasik

Siapa orang yang fasik? Orang fasik adalah orang yang berbuat dosa atau orang yang menyimpang dari ketaatan terhadap Allah SWT dan Rasul-Nya. Mereka bisa saja orang yang belum beriman atau orang yang sudah beriman tetapi tidak mengamalkan ajaran Islam. Secara umum, orang fasik dikenal sebagai orang yang durhaka, melanggar perintah dan larangan, serta menyimpang dari jalan yang benar.

Orang fasik adalah mereka yang melakukan dosa besar (kaba’ir) dan terus-menerus melakukan dosa-dosa kecil, atau mereka yang durhaka karena mengetahui kebaikan tetapi tidak mau melaksanakannya.

3. Orang-orang khianat

Allah SWT tidak akan memberikan hidayah kepada orang-orang yang tidak amanah. Khianat adalah perbuatan tidak setia, melanggar perjanjian, atau tidak menjaga amanah. Dalam konteks Islam, khianat adalah dosa besar yang bertingkat-tingkat keseriusannya, dan merupakan lawan dari amanah, yaitu melaksanakan kewajiban yang sudah disanggupi.

Orang yang tidak amanah, baik dalam urusan pribadi, sosial, atau bahkan dalam menjalankan tugas-tugas keagamaan, berpotensi kehilangan hidayah karena mereka telah menyalahi kepercayaan yang diberikan.

4. Orang-orang sesat

Allah SWT tidak akan memberikan hidayah kepada orang-orang yang sesat. Di dalam QS An-Nahl ayat 37 disebutkan:

“Jika kamu sangat mengharapkan agar mereka dapat petunjuk, maka sesungguhnya Allah tiada memberi petunjuk kepada orang yang disesatkan-Nya, dan sekali-kali mereka tiada mempunyai penolong.”

Siapa yang sesat? Mereka adalah orang-orang yang menyekutukan Allah SWT. Allah SWT tidak akan mengampuni dosa syirik.

5. Orang-orang yang tidak percaya dengan ayat-ayat Allah

Dalam Al-Qur’an Surat An-Nahl:104 disebutkan: “Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah (Al Quran), Allah tidak akan memberi petunjuk kepada mereka dan bagi mereka azab yang pedih.”

Ayat Allah bukan hanya 30 juz yang kita baca (Al-Qur’an), tapi ada juga yang disebut dengan ayat-ayat kauniah, yaitu peristiwa, kejadian, seperti gerhana bulan, gerhana matahari. Penciptaan manusia sendiri adalah ayat-ayat atau tanda-tanda kekuasaan kebesaran Allah.

Maka orang yang percaya kepada ayat-ayat atau tanda kekuasaan Allah pasti diberikan hidayah. Sebaliknya, orang yang kelima ini kategorinya adalah mereka yang tidak percaya dengan tanda kebesaran Allah, maka tidak akan diberikan hidayah oleh Allah Subhanahu wa taala.

6. Orang yang berbohong dan kufur nikmat

Allah SWT tidak akan memberi hidayah kepada mereka yang kadzib, yang berbohong juga penipu. Jangan sampai kita berbohong. Karena berbohong sekecil apa pun akan menjadi hambatan bagi kita sebagai orang yang beriman mendapatkan hidayah dari Allah SWT. Demikian juga orang yang kufur nikmat tidak akan mendapatkan hidayah-Nya.

7. Orang-orang yang berlebihan

Orang-orang yang melewati batas (musrifun) tidak akan mendapatkan hidayah Allah SWT. “Musrifun” (مُسْرِفُونَ) adalah bentuk jamak (plural) dari kata “musrif” (مُسْرِف) dalam bahasa Arab. “Musrif” secara umum berarti “orang yang berbuat israf”. Israf, dalam konteks Islam, adalah perbuatan yang melebihi batas, pemborosan, atau penyia-nyiaan sesuatu yang seharusnya tidak. Jadi, “musrifun” mengacu pada orang-orang yang melakukan tindakan israf atau pemborosan.

8. Orang-orang kafir

Orang-orang kafir tidak akan menerima petunjuk atau bimbingan dari Allah SWT.

* Disarikan dari Ceramah Dzuhur Ust. Ahmad Setiawan, S.Kom.I., S.Hum., M.Sos (Wakil Sekretaris LD PWNU Jabar, Dosen UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Penyuluh Agama Islam Kemenag Kota Bandung) di Masjid Raya Al Jabbar, Senin, 12 Mei 2025. 

Video Ceramah

 

Posted in Ceramah, Kajian and tagged , .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *