Puluhan Ribu Muslimah Mengukir Jalan Cinta Bersama Ustadzah Halimah Alaydrus di Al Jabbar

Puluhan ribu muslimah memadati Masjid Raya Al Jabbar untuk mengikuti Kajian Ustadzah Halimah Alaydrus bertajuk “Mengukir Jalan Cinta” pada Sabtu (10/1/2026). Maulid Akbar Majelis Taklim (MT) Albatuul Bandung ini diawali dengan pembacaan Maulid Simthudduror dan berlangsung khidmat sejak pukul 07.00 hingga 11.00 WIB.

This slideshow requires JavaScript.

Dalam tausiyahnya, Ustadzah Halimah menyampaikan lima jalan menuju cinta Allah SWT yang diawali dengan mencintai ilmu. Dikatakannya, ilmu merupakan cahaya yang akan membimbing seseorang dalam mengenal kebenaran, sekaligus menjadi pembeda antara jalan Allah dan jalan setan.

Jalan kedua adalah meninggalkan dosa karena dosa merupakan jalan menuju neraka, menuju setan, dan menuju murka Allah SWT. Ustadzah Halimah mengutip sabda Nabi Muhammad Saw yang bermakna “Setiap umatku akan masuk surga kecuali yang enggan. Siapa yang taat kepadaku, maka ia sedang menuju surga, dan siapa yang bermaksiat kepadaku, maka ia sedang menempuh jalan ke neraka.”

Masih dalam pesan meninggalkan dosa, Ustadzah Halimah menyoroti fenomena hubungan yang belum halal. Ia menegaskan larangan pacaran dan mengajak jamaah untuk memutus segala bentuk hubungan yang diharamkan.

Ia mengingatkan, tidaklah seorang laki-laki dan perempuan berdua-duaan melainkan yang ketiganya adalah syaitan. Selain itu, jamaah juga diajak untuk meninggalkan praktik riba serta mengambil sesuatu yang bukan menjadi haknya.

Dalam perjalanan menuju Allah, Ustadzah Halimah mengajak jamaah untuk menempuh jalan ketiga, yaitu memperbanyak amal saleh. Ia menekankan pentingnya berbakti kepada kedua orang tua sebagai salah satu bentuk amal yang paling dicintai Allah, serta sebagai bekal yang akan menemani seseorang di akhirat kelak.

Pada bagian yang paling menyentuh, Ustadzah Halimah mengajak jamaah untuk mencintai Nabi Muhammad Saw sebagai jalan berikutnya menuju cinta Allah. Ia menggambarkan kehidupan Rasulullah Saw yang penuh kesederhanaan, tidur beralaskan tikar, berselimut pelepah kurma, dan hidup jauh dari kemewahan dunia, namun merupakan makhluk Allah yang paling mulia dan paling dicintai di sisi-Nya.

Nabi Muhammad Saw disebut sebagai manusia yang namanya bersanding dengan nama Allah, pemegang kunci surga, dan tidak seorang pun dapat memasuki surga sebelum beliau.

“Jika ingin dekat dengan Allah, cintailah orang yang paling Allah cintai, yaitu Nabi Muhammad Saw,” ujar Ustadzah Halimah.

Sebagai penutup, jamaah diajak untuk membersihkan hati sebagai jalan kelima menuju cinta Allah SWT.

Ustadzah Halimah mengingatkan agar kita tidak terjebak dalam rasa ujub, sombong, dan merasa paling baik. Menurutnya, nasab, banyaknya ibadah, ataupun ilmu bukanlah jaminan keselamatan jika tidak disertai kerendahan hati dan ridha Allah SWT.

Jamaah diajak untuk terus bermuhasabah, mengingat dahsyatnya jembatan shirath di akhirat, serta tidak merasa aman dari murka Allah.

Kegiatan Maulid Akbar ini diselenggarakan secara gratis dan khusus untuk akhwat. Panitia juga menetapkan larangan pengambilan foto dan video selama acara berlangsung demi menjaga kekhusyukan majelis. (Melin Nur Salamah/KPI UIN Bandung)

Video Ceramah Ustadzah Halimah Alaydrus | Mengukir Jalan Cinta

Posted in Ceramah, Kajian and tagged , , .

Leave a Reply